Lomba Menulis & Kontes SEO 2013 – Konsumen Cerdas, Konsumen Hebat


Yah, memang sedikit terlambat  menulis mengenai Konsumen Cerdas, Konsumen Hebat untuk mengikuti Lomba Menulis & Kontes SEO 2013 yang diadakan oleh Direktorat Pemberdayaan Konsumen dalam rangka Hari Konsumen Nasional 23 April 2013.

Berbicara mengenai konsumen, semua orang di dunia ini merupakan konsumen abadi, dimana semua orang yang berada di dunia pasti membutuhkan sesuatu untuk di konsumsi bagi kehidupan mereka. Mulai dari presiden, menteri, bupati, walikota, camat, lurah, dan dari semua golongan pekerjaan pastilah anda merupakan obyek penjualan alias konsumen. Semua perusahaan ataupun produsen berlomba-lomba untuk memahami kebutuhan konsumen, dan melakukan serangkaian promosi agar bisa menarik konsumen untuk membeli produk yang mereka tawarkan. Kebanyakan konsumen, sering terpukau akan promosi yang ditawarkan, lalu bersedih ketika mereka harus mendapatkan ekspetasi produk yang kurang memuaskan.

Sekarang, mari kita lihat konsumen di Indonesia yang mayoritas masyarakatnya berbudaya konsumtif dalam membeli barang dan jasa akan tetapi tidak cerdas dalam pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian. Indonesia memiliki lebih dari 220 juta penduduk yang tersebar di 6 kepulauan besar. Sekalipun mereka memiliki diferensiasi sosial dalam bermasyarakat, tapi mereka pastilah memiliki kesamaan karakter yang bisa dijadikan patokan dari perusahaan untuk menjalankan strategi marketingnya guna menarik perhatian konsumen yang dapat mendongkrak penjualan perusahaan. Untuk itu, saya akan berikan beberapa karakter-karakter konsumen di Indonesia:

1. Suka Berkumpul

Berkumpul merupakan kebiasaan sebagian besar masyarakat Indonesia, hingga ada suatu ungkapan “mangan ora mangan, seng penting ngumpul”, yah inilah Indonesia! Dengan senangnya mereka berkumpul, sekarang yang namanya bisnis cafe menjamur di Indonesia. Tapi bukan itu yang saya maksud dari karakter konsumen Indonesia yang suka berkumpul, akan tetapi dalam perkumpulan itu pastinya ada yang didiskusikan. Konsumen Indonesia mempunyai kelebihan dalam komunikasi mulut ke mulut, kata kunci dari hal ini adalah terletak pada opini seorang leader dari komunitas yang ada. Sebab jika pemimpin bisa diyakinkan pada sebuah merk, maka dia akan memberikan rekomendasi kepada komnitasnya.

2. Berpikir Jangka Pendek

Sebagian besar konsumen Indonesia hanya berpikir jangka pendeka dan sulit diajak berpikir jangka panjang, salah satunya bisa tampak pada kesenangan konsumen Indonesia dengan produk Instan. Bisa kita lihat, perusahaan-perusahaan yang menampilkan produk instan pasti laris di beli oleh para konsumen.

3. Suka Diskon dan Hadiah langsung

Yah, konsumen Indonesia sangat bahagia sekali jika ada suatu perusahaan yang menjual barangnya dengan diskon ataupun dengan memberinya hadiah langsung. Ini sebenarnya dapat membahayakan konsumen, seperti dapat mengeluarkan uang tanpa perkiraan, kecewa dengan barang yang sudah dibeli, dsb.

4. Tidak Terencana dalam Membeli Barang

Mayoritas konsumen Indonesia termasuk konsumen yang tidak terbiasa untuk merencanakan pembelian. Sekalipun sudah menulis perencanaan, tapi kebanyakan konsumen Indonesia mengambil keputusan pada saat-saat akhir. Salah satu bentuk perilaku konsumen yang tidak memiliki perencanaan dalam pembelian akan terjadi kespontanan dalam membeli ketika tertarik dengan sebuah produk.

5. Melihat tampilan luar, tanpa melihat tampilan dalam

Kebanyakan konsumen tertipu oleh kemasan yang menarik, akan tetapi ngomel-ngomel setelah melihat isi dalamnya. Keengganan konsumen Indonesia dalam membaca menyebabkan konsumen kurang memperhatikan informasi yang terdapat pada suatu produk.

6. Gengsi

Konsumen Indonesia amat sering dengan yang namanya “gengsi”, kebanyakan mereka ingit cepat naik status sosialnya dengan menjadi konsumen yang konsumtif walaupun sebenarnya keuangan mereka tidak sehat.

Hal-hal di atas tadi merupakan sedikit dari karakter konsumen Indonesia, masih banyak karakter-karakter lain dari konsumen di Indonesia yang mungkin bisa anda temukan sendiri di lingkungan anda. Kembali ke masalah menjadikan konsumen di Indonesia, menjadi konsumen yang cerdas dalam melakukan pertimbangan pembelian. Untuk melakukan hal itu, perlu adanya dukungan dari pemerintah, dan kerjasama dari masyarakat itu sendiri.

Untuk menjadi konsumen cerdas tidaklah terlalu rumit. Beberapa kiat yang selalu disosialiasai Kementerian Perdagangan di bawah ini setidaknya bisa menjadi pegangan setiap konsumen.

Untuk dapat menjadi konsumen cerdas, yaitu sebagai konsumen harus dapat menegakkan hak dan kewajibannya, lakukanlah hal-hal ini, yaitu teliti sebelum membeli, memperhatikan label, kartu manual garansi dan tanggal kadaluarsa, memastikan bahwa produk tersebut sesuai dengan standar mutu K3L, serta membeli barang sesuai dengan kebutuhan dan bukan keinginan.

Terpenting dari itu, sebagai konsumen kita semua juga harus dapat mempertahankan dan meningkatkan tanggung jawab sosial sebagai konsumen dengan cara membeli produk dalam negeri, bijak menjaga bumi, dan pola konsumsi pangan yang sehat.

Sebagai konsumen kita juga harus tahu bahwa konsumen mempunyai hak dan kewajiban yang dilindungi oleh Undang-undang dan mengetahui akses ke lembaga perlindungan konsumen untuk memperjuangkan hak-haknya. Dengan pengetahuan ini maka tingkat kesadaran masyarakat dalam melindungi dirinya sendiri dan lingkungannya bisa menjadi lebih tinggi.

Seperti telah kita ketahui, pemerintah telah membuat regulasi atau payung hukum untuk melindungi konsumen, dan secara rutin pemerintah juga melakukan pengawasan. Namun tanpa dukungan nyata dari konsumen payung hukum yang telah ditetapkan pemerintak tidaklah akan efektif.

Menurut saya pribadi sebagai konsumen Indonesia yang ingin menjadi Konsumen Cerdas, Konsumen Hebat bersama dengan Konsumen di Indonesia memiliki beberapa tips, yakni:

1. Sering ke pasar

Sering-seringlah ke pasar, walaupun anda bukanlah penjual disana ataupun ibu-ibu yang bertugas untuk berbelanja setiap harinya. Usahakan, seminggu sekali anda mendatangi pasar untuk mengetahui harga-harga barang dan jasa yang ditawarkan, sehingga kita bisa memiliki referensi jika harus membelinya di tempat lain.

2. Jangan Gampang Tergiyur

Mayoritas konsumen Indonesia yang sangat tergiyur oleh diskon, harga spesial, promosi, dan hadiah langsung dapat memberikan efek buruk bagi konsumen. Menurut pengamatan saya, kecerdasan konsumen dalam hal ini sudah cukup meningkat manakala banyak konsumen yang kurang percaya pada diskon, harga spesial, promosi, hadiah langsung, dsb. Dalam hal ini, saya memberikan perhatian besar pada masyarakat kecil agar jangan gampang tergiyur oleh rayuan perusahaan lewat produk yang ditawarkan.

3. Buat Perencanaan Pembelian

Buatlah perencanaan pembelian setiap bulannya, agar anda dapat membiasakan diri untuk menjadi konsumen cedar yang hebat dimana selalu merencanakan pembelian sehingga tidak akan tertarik pada sebuah produk secara spontan.

4. Biasakan Membaca

Kelemahan mayoritas masyarakat di Indonesia adalah membaca, hal ini juga berdampak pada konsumen di Indonesia yang banyak sekali harus gigit jari karena membeli barang yang tidak sesuai dengan keinginan akibat tidak membaca informasi yang tercantum pada produk. Sebelum membeli sebuah produk, hendaklah membaca dahulu ketika akan mempertimbangkan barang tersebut dibeli atau tidak.

5. Peran Pemerintah

Pemerintah hendaknya selalu memberikan pengetahuan pada konsumen terhadap barang-barang yang beredar, harga-harga standard dipasaran, produk-produk yang di blacklist tiap bulannya melalui website, ataupun aplikasi lain yang dapat memberikan keamanan bagi konsumen agar bisa menjadi konsumen cerdas, konsumen hebat.

6. Kritis

Konsumen haruslah menjadi sosok yang kritis, sehingga dapat menyampaikan aspirasinya ke publik ataupun bisa memberikan masukan penting bagi pemerintah.

Mungkin sedikit ini yang bisa saya tuliskan untuk menjadikan konsumen di Indonesia Cerdas dan Hebat, sehingga tidak akan ada lagi konsumen yang harus merugi ataupun kecewa karena mereka menjadi konsumen biasa. Semoga dengan adanya Hari Konsumen Nasional 2013 dengan mengusung tema Gerakan Meningkatkan Kesadaran Hak Konsumen”, akan menjadikan sebuah momentum untuk mencerdaskan konsumen di Indonesia. Amin

 

DIMAS EKA PRATAMA

* artikel ini diikutsertakan dalam lomba menulis kontes SEO 2013, Konsumen Cerdas yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Konsumen.

About Dimas Eka Pratama

Mahasiswa tingkat akhir. Memiliki passion di dunia entrepreneurship dan marketing. Suka travelling dan blogging. Sering nulis artikel juga di http://www.blog.dimasekapratama.xyz

Posted on April 15, 2013, in Artikel, Opini Penulis and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. tetap berusaha kan sob😀
    Jangan sampai kena sandbox

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: