Sedikit Demi Sedikit Tinggalkan Kebiasaan Merokok


Dekama94 Blog– Udah lama ne aku ndak nulis di blogku ini, mumpung ada waktu dan kesempatan menulis yang bertepatan dengan “Hari Tanpa Rokok Se-dunia” pada 31 Mei 2012 ini. Merokok memang menjadi sebuah hobi bagi setiap kalangan masyarakat, mulai dari tukang becak, supir bus, guru, aparat keamanan, hingga para petinggi yang ada di gedung DPR pun masih banyak yang masih merokok. Dimana-mana kita pasti menemukan para perokok yang seperi tidak tahu akan bahaya merokok malah merokok di tempat-tempat yang seharusnya tidak boleh digunakan untuk merokok. Area Smooking pun masih saja tidak dihiraukan, apalagi bahaya jika perokok melakukan hobbynya di area yang terdapat banyak anak-anak kecil, karena walaupun mereka tidak merokok dia sudah menjadi perokok pasif karena juga ikut menghirup asap yang berasal dari si perokok dan dampaknya lebih berbahaya.



Sebelum itu, marilah kita berkenalan dengan rokok terlebih dahulu..

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.

Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung (walaupun pada kenyataannya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).

Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam. (from: Wikipedia)

Rokok adalah produk yang berbahaya & adiktif (menimbulkan ketergantungan) karena didalam rokok terdapat 4000 bahan kimia berbahaya yang 69 diantaranya merupakan zat karsinogenik (dapat menimbulkan kanker). Zat-zat berbahaya yang terkandung didalam rokok antara lain : tar, karbon monoksida, sianida, arsen, formalin, nitrosamine dll.

Setelah kita mengenal rokok, bagaimana pendapat anda? Apakah anda menemukan dampak baik yang ada dalam rokok atau menemukan dampak buruk dari rokok? Ingin lebih jelasnya ini akan aku bahas dampak dari merokok.

Efek rokok terhadap kesehatan sendiri sangat membahayakan, akibat kandungan berbagai bahan kimia berbahaya yang ada di dalam rokok maka dengan merokok sama saja kita memasukkan bahan-bahan berbahaya tersebut ke dalam tubuh kita. Penyakit-penyakit yang diketahui dapat disebabkan oleh rokok antara lain : kanker tenggorokan, kanker paru-paru, kanker lambung, penyakit jantung koroner, pneumonia, gangguan sistem reproduksi dll.

Tetapi walaupun rokok sudah banyak diketahui bahayanya & menimbulkan banyak penyakit , masih banyak saja orang yang tetap merokok. Salah satu alasannya adalah kandungan nikotin di dalam rokok akan menimbulkan kecanduan bagi para penghisapnya sehingga apabila mereka tidak merokok, mereka akan merasakan gangguan seperti gelisah, berkeringat dingin, sakit perut dll. Kemudian ketika mereka merokok kembali & nikotin telah menyentuh otak lagi, barulah mereka akan merasa tenang & dapat berkonsentrasi.

Oleh sebab itu banyak perokok yang akan terus menjadi perokok seumur hidupnya, walaupun apabila mereka mempunyai keinginan yang kuat untuk berhenti, mereka sulit menghentikan kecanduan mereka terhadap rokok. Salah satu hal lain yang turut menjadi keprihatinan adalah jumlah perokok yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, hal ini berarti bahwa terdapat pertambahan perokok baru setiap saat yang kemungkinan besar akan terus menjadi perokok aktif seumur hidupnya. Perokok baru tersebut sebagaian besar adalah anak-anak & remaja.

    Akibat negatif dari rokok, sesungguhnya sudah mulai terasa pada waktu orang baru mulai menghisap rokok.  Dalam asap rokok yang membara karena diisap, tembakau terbakar kurang sempurna sehingga menghasilkan CO (karbon mono oksida), yang disamping asapnya sendiri, tar dan nikotine(yang terjadi juga dari pembakaran tembakau tersebut) dihirup masuk ke dalam jalan napas.CO, Tar, dan Nikotin tersebut berpengaruh terhadap syaraf yang menyebabkan :
– Gelisah, tangan gemetar (tremor)
– Cita rasa / selera makan berkurang
– Ibu-ibu hamil yang suka merokok dapat kemungkinan keguguran kandungannyaTar dan Asap Rokok
Tar dan asap rokok merangsang jalan napas, dan tar tersebut tertimbun disaluran itu yang menyebabkan :
– Batuk-batuk atau sesak napas
– Tar yang menempel di jalan napas dapat menyebabkan kanker jalan napas, 


lidah atau bibir
Nikotin
Nikotin merangsang bangkitnya adrenalin hormon dari anak ginjal yang menyebabkan :
– Jantung berdebar-debar
– Meningkatkan tekanan darah serta kadar kholesterol dalam darah, 


tang erat dengan terjadinya serangan jantung
Gas CO (Karbon Mono Oksida)
Gas CO juga berpengaruh negatif terhadap jalan napas dari pembuluh darah.
Karbon mono oksida lebih mudah terikat pada hemoglobin daripada oksigen
Oleh sebab itu, darah orang yang kemasukan CO banyak, akan berkurang daya angkutnya bagi oksigen dan orang dapat meninggal dunia karena keracunan karbon mono oksida.  Pada seorang perokok tidak akan sampai terjadi keracunan CO, namun pengaruh CO yang dihirup oleh perokok dengan sedikit demi sedikit, dengan lambat namun pasti akan berpengaruh negatif pada jalan napas dan pada pembuluh darah.

Nah, sudah jelas dengan penjelasaanya…

Jadi banyak sekali dampak buruk bagi kita sendiri (perokok) dan juga tak kalah bahayanya bagi para perokok pasif, walaupun mereka tidak menjadi perokok, namun lebih berbahaya dampaknya. Rokok yang menyebabkan ketergantungan memang sulit untuk meninggalkan sebuah kebiasaan, karena sebuah kebiasaan mungkin sama halnya dengan sebuah kewajiban sehingga kita akan merasa sebuah kehilangan, jika kita meninggalkan sebuah kebiasaan. Namun bukannya tidak bisa untuk meninggalkan kebiasaan merokok, banyak cara untuk bisa meninggalkan kebiasaan merokok kita. Untuk itu, mulailah dari sekarang untuk meninggalkan kebiasaan buruk merokok, untuk kehidupan yang lebih baik untuk semuanya.

Mulailah dari sedikit, agar dapatkan hasil yang besar dan berguna untuk sesama

by: @masSamid (Dimas Eka Pratama)

Source:

About Dimas Eka Pratama

Mahasiswa tingkat akhir. Memiliki passion di dunia entrepreneurship dan marketing. Suka travelling dan blogging. Sering nulis artikel juga di http://www.blog.dimasekapratama.xyz

Posted on Mei 31, 2012, in Artikel and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: