INFO : “Valentine Day” Bukan Budayaku!


Dekama94 Blog-“Valentine Day” merupakan hari yang identik dengan coklat dan warna pink, hari yang selalu jatuh pada 14 Februari ini menjadi pro kontra di masyarakat ada yang memberi reaksi positif, ada pula yang memberi reaksi positif. “Valentine Day” dapat diartikan sebagai hari kasih sayang bagi mereka yang sedang mengalami madu kasih (orang yang lagi berpacaran) yang sering dilakukan oleh orang-orang barat. Menurut beberapa sumber yang aku ambil dari Mbah Google, ada sebuah pernyataan bahwa “Valentine Day” merupakan hari raya bagi kaum Katolik Roma, namun apakah hari raya ini  ini tidak mungkin diasosiasikan dengan cinta yang romantis sebelum akhir abad pertengahan ketika konsep-konsep macam ini diciptakan. Aku berpikiran, tidak mungkinlah hari raya dirayakan dengan cinta dan keromantisan.


 Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk “valentines”. Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah sayap. Ini merupakan salah satu bukti bahwa berpacaran itu berasal dari ajaran orang barat, pantesan aja di Islam tidak ada yang namanya pacaran.
Menurut pandangan Islam
Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?

Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:
“ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)

Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.
 
Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.
Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

Banyak negara-negara selain negara barat yang merayakan “Valentine Day” sebagai contohnya:

Di Jepang, Hari Valentine sudah muncul berkat marketing besar-besaran, sebagai hari di mana para wanita memberi para pria yang mereka senangi permen cokelat. Namun hal ini tidaklah dilakukan secara sukarela melainkan menjadi sebuah kewajiban, terutama bagi mereka yang bekerja di kantor-kantor. Mereka memberi cokelat kepada para teman kerja pria mereka, kadangkala dengan biaya besar. Cokelat ini disebut sebagai Giri-choko, dari kata giri (kewajiban) dan choco (cokelat). Lalu berkat usaha marketing lebih lanjut, sebuah hari balasan, disebut “Hari Putih”(White Day) muncul. Pada hari ini (14 Maret), pria yang sudah mendapat cokelat pada hari Valentine diharapkan memberi sesuatu kembali.
Di Taiwan, sebagai tambahan dari Hari Valentine dan Hari Putih, masih ada satu hari raya lainnya yang mirip dengan kedua hari raya ini ditilik dari fungsinya. Namanya adalah “Hari Raya Anak Perempuan” (Qi Xi). Hari ini diadakan pada hari ke-7, bulan ke-7 menurut tarikh kalender kamariyah Tionghoa.
Di Indonesia, budaya bertukaran surat ucapan antar kekasih juga mulai muncul. Budaya ini menjadi budaya populer di kalangan anak muda. Bentuk perayaannya bermacam-macam, mulai dari saling berbagi kasih dengan pasangan, orang tua, orang-orang yang kurang beruntung secara materi, dan mengunjungi panti asuhan di mana mereka sangat membutuhkan kasih sayang dari sesama manusia. Pertokoan dan media (stasiun TV, radio, media massa) terutama di kota-kota besar di Indonesia marak mengadakan acara-acara yang berkaitan dengan valentine.

Untuk aku sendiri, aku memang pernah tuh ikut-ikutan buat ngerayain “Valentine Day” saat aku SD, mungkin sekitar 5-6 tahun yang lalu, aku pernah ngasihin coklat ke teman spesialku di SD dulu. Aku ngerayain itu karena teman-temanku di masa SD dulu hampir kelesuruhan memberikan coklat ke temen-temen dekatnya. Untuk saat ini mungkin jika ada perayaan “Valentine Day” adalah warna pink dan makanan coklat. Kalau udah H-2 sampai H+3 perayaan “Valentine Day” banyak tuch pemuda-pemudi yang jualan pernak-pernik valentine di pinggir jalan ( Pedagang dadakan), tapi kebanyakan bangkrut karena sudah jarang yang merayakannya. Aku sendiri tahun ini ndak merayakan tuch namanya “Valentine Day”, cukup sekali aja dah waktu SD.

 

So, bagi kawan-kawanku semua yang seiman dengan saya, lebih baik manfaatkan waktumu dengan hal-hal yang berguna! jangan terlalu mengikuti budaya-budaya barat yang memang tidak ada dalam pedoman hidup kita.

 

About Dimas Eka Pratama

Mahasiswa tingkat akhir. Memiliki passion di dunia entrepreneurship dan marketing. Suka travelling dan blogging. Sering nulis artikel juga di http://www.blog.dimasekapratama.xyz

Posted on Februari 11, 2012, in Artikel, Opini Penulis and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Menurut saya sih emang bukan budaya kita.Cuma kta perlu memilah dan memilih sisi postifnya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: